Dalam kejadian yang tidak mengenakan, kadang kita cenderung menyalahkan situasi, kesempatan, bahkan seringkali menyalahkan orang lain..
“Terang aja dia berhasil, wong dia pintar. Saya kan cuma lulusan SMA”
“Ya dia pasti sukses, dekingannya banyak. Saya kan hanya orang desa”
"Pastinya dia populer, lihat aja bakatnya banyak: bisa nyanyi, nari, lancar bahasa inggris... sedangkan aku: apa bakatku?"
"Saya gak mungkin bisa sekolah setinggi dia, saya miskin! Dia anak orang kaya, wajar sekolahnya sampai tinggi-tinggi!"
Di sebuah sharing session, saya diingatkan untuk introspeksi

Sebelum kita menunjuk ke luar, mari kita lihat/memeriksa dalam diri kita sendiri dulu
Apa gunanya introspeksi
Apa pengaruhnya terhadap kualitas pribadi kita?
Mari kita lihat baca cerita berikut...