Sepekanan kemarin saya baca sebuah buku berjudul Marketing In Venus karangan Pak Hermawan Kartajaya dkk.
Buku ini direkomendasikan oleh seorang teman pada saat saya mengajaknya berdiskusi tentang bagaimana menciptakan experience untuk product perusahaan yang berupa service
Challenge-nya lebih dibandingkan jika mau menawarkan experience jika productnya berupa barang nyata katakanlah wajan penggorengan atau sandal jepit :)
Kata teman saya, buku itu banyak contoh-contoh product servicenya
Tak lupa juga dia berkomen…saya termasuk telat banget baca tuh buku yang sudah booming di awal tahun 2000-an
Gak apa2 lah ya.
Seperti pepatah …lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.. maka saya tetap smangat45 membaca bukunya sampai selesai
Kenapa judulnya Marketing In Venus?
Kalau baca bukunya John Gray, Venus adalah simbol wanita. Apa memang target marketingnya hanya wanita?
Ternyata Pak Hermawan Kertajaya dkk meyakini bahwa dewasa ini, konsumen makin menjadi emosional, tak terkecuali para pria.
Keputusan pemilihan sebuah brand lebih dilandasi emosional, mereka lebih menghargai hubungan dengan brand tertentu yang dirasa cocok dan sangat memahami dirinya dibandingkan dengan yang lain.
Oleh karena itu, disajikanlah The 18 Guiding Principles of Marketing in Venus, cara menjual ala Venus


